My BlogsPakuan Regency

Sebelah Mall Grand Yogya Dramaga Ternyata Ada Perumahan Bagus !!

Yogya Group adalah sebuah perusahaan ritel modern asli Indonesia, YOGYA Group merupakan perusahaan ritel dengan format Supermaket dan Departement Store.
Gerai ini umumnya menjual berbagai produk makanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya.Lebih dari 200 produk makanan dan barang kebutuhan hidup lainnya tersedia dengan harga bersaing,memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari terutama bagi masyarakat Jawa Barat, Jawa Tengah dan sekitarnya.

Telah hadir Mall Yogya Dramaga Tepat disebelah perumahan Pakuan Regency @ Dramaga menjadi salah satu fasilitas unggulan yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga penduduk Perumahan Pakuan Regency karena dengan jalan kaki saja sudah bisa berbelanja ke Mall dengan keluarga.

 



30 Maret 2018

Tips Cara Memilih Rumah

TIPS CARA MEMILIH RUMAH

By : Halo Money

Membeli rumah hampir sama rumitnya dengan mencari pasangan hidup karena akan menjadi milik kita selamanya. Memilih rumah yang baik akan cukup menyita energi karena kita harus hati-hati untuk menghindari salah langkah dan kecewa dikemudian hari. Memilih rumah di perumahan misalnya, bisa menjadi satu alternatif untuk kamu yang kebetulan sedang mencari rumah.

Rumah di perumahan otomatis akan memberikan kamu banyak keuntungan misalnya tetangga baru dan pengalaman baru hidup bersama dengan komunitas besar. Saat ini banyak pengembang yang membangun perumahan. Mulai dari pengembang kecil yang membangun sepuluh hingga dua puluh rumah, hingga pengembang kelas kakap yang sanggup membangun ratusan rumah dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Selain pembangunan rumah, para pengembang juga membangun pertokoan, fasilitas umum dan sarana olahraga untuk menarik perhatian calon pembeli.

Untuk kamu yang tertarik membeli rumah di kawasan perumahan, baiknya melakukan beberapa hal di bawah ini.

1. Mengumpulkan Brosur

Banyak perumahan yang menawarkan banyak hal untuk calon pembeli seperti kamu. Kini yang harus kamu lakukan mencari informasi sebanyak-banyaknya soal aneka perumahan terbaik termasuk juga harga-harganya. Kumpulkan brosur-brosur promosi perumahan. Teliti semua kemudahannya juga harganya. Pastikan juga perumahan yang kamu incar memiliki kemudahan akses untuk kendaraan umum atau jalan tol bila  berada di pinggiran kota.

2. Survei

Langkah ini bisa disebut langkah kelanjutan dari informasi yang sudah kamu dapatkan. Kamu bisa langsung mengunjungi rumah yang kamu incar dari beberapa informasi yang kamu dapatkan.

Setelah mengunjungi rumah yang diincar, kamu tidak perlu langsung memutuskan. Karena masih banyak perumahan-perumahan di sekitar yang bisa kamu bandingkan sebelum mengambil keputusan.

Yang harus diketahui saat melakukan survei rumah di kawasan perumahan misalnya:

3. Arah Rumah

Hal ini perlu  untuk mengetahui datangnya sinar matahari. Pilihlah rumah yang menghadap sinar matahari pagi karena lebih sehat dan malamnya kondisi rumah kamu tidak akan panas.

3. Taman

Apakah rumah tersebut menyediakan taman dan fasilitas umum seperti sarana olah raga dan lain-lain. Fasilitas taman saat ini diperlukan untuk bersosialisasi dengan sesama warga, dan juga taman bermain bagi anak-anak bagi kamu yang sudah berkeluarga.

4. Posisi Rumah

Posisi rumah akan menentukan harga rumah di sebuah perumahan. Misalnya kita mendapatkan posisi rumah di pojokan, maka harganya akan lebih tinggi dibanding rumah yang terletak ditengah-tengah.  Perlu diketahui posisi hook atau pojokan ini sering jadi incaran banyak pembeli karena kamu bisa mengembangkan rumahmu dengan ukuran yang lebih besar.

5. Kondisi Keamanan

Pastikan perumahan memiliki fasilitas keamanan seperti satpam atau CCTV. Ini penting untuk rumah masa depan kamu. Beberapa perumahan kecil sering tidak menyediakan fasilitas ini.

6. Status Rumah

Biasanya pengembang menyediakan dua pilihan, siap huni atau inden (pembelian barang dengan cara memesan atau membayar lebih dahulu).

Rumah siap huni biasanya rumahnya sudah jadi dan siap ditempati. Kamu bisa melihat rumah secara langsung dan bisa langsung menempati saat sudah membayar atau kreditnya disetujui bank.  Sementara rumah inden artinya kamu hanya bisa memilih lokasi dari gambar peta situs perumahan kemudian menunggu 8 bulan hingga dua tahun untuk proses pembangunan rumah.

7. Harga Rumah

Kamu harus bertanya pada pengembang secara teliti. Apakah harga rumah sudah termasuk PPN 10%, biaya Akta Jual Beli (AJB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan (BPHTB) dan biaya KPR (provisi, notaris, administrasi, asuransi jiwa).  Bisa juga kamu meminta diskon khusus harga rumah bila seandainya pengembang tidak membayar biaya-biaya tadi.

Kamu juga bisa bertanya apakah pengembang sudah memiliki kerja sama dengan bank untuk kepengurusan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Biasanya kepengurusan KPR di bank yang menjadi langganan pengembang akan memudahkan kamu mendapatkan fasilitas KPR. Tentu saja bila kamu memenuhi syarat.

Untuk mengetahui bank mana saja yang memberikan KPR terbaik, silakan gunakan alat perbandingan KPR di website kami, halomoney.co.id.

8. Garansi Kerusakan

Jangan lupa untuk hal yang satu ini yaitu, garansi kerusakan rumah yang kamu beli. Biasanya garansi diberikan selama 3 bulan dari proses serah terima rumah. Waktu tersebut dapat kamu gunakan untuk meminta perbaikan gratis apabila rumah kita bocor, dinding retak atau kerusakan-kerusakan lainnya.

Nah sudah tahu kan, cara cerdas dalam memilih rumah. Bandingkan seluruh informasi yang sudah kamu dapat dari brosur dan pameran perumahan sebelum kamu menentukan pilihan.



09 Maret 2018

Tahapan Cara Mengajukan KPR

Tahapan dan Cara Mengajukan KPR.

by : DuitPintar

 

Kredit pemilikan rumah (KPR) sepertinya jadi solusi bagi yang ingin punya rumah idaman. Maklumlah, tak banyak orang mampu beli rumah secara tunai mengingat harganya yang naik terus.

Lewat fasilitas KPR, kita cukup menyediakan uang muka 30 persen dari nilai rumah saja. Sisanya digenapi bank lewat KPR. 

Sejatinya dalam beli rumah meski lewat KPR pun, tetap harus siapkan dana lebih untuk membayar sejumlah biaya membeli rumah. Apa saja biaya itu?

– Biaya tanda jadi

Biaya tanda jadi ini berlaku untuk rumah bekas maupun rumah baru. Biasanya kalau rumah bekas itu kita bayar ke comblang (perantara). Sedangkan rumah baru, biaya tanda jadi ini diminta pihak developer sebagai tanda memesan unit rumah.

– Uang muka

Uang muka mesti disiapkan sejak awal. Ketika sudah mencapai akad kredit dengan bank, barulah melunasi uang muka dengan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) di depan notaris. SPJB ini merupakan bukti pelunasan uang muka saat akad kredit.[Baca: Yang Wajib Diketahui tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)]

– Biaya notaris untuk mengikat kredit dan sertifikat tanah

Biaya ini mencakup balik nama sertifikat tanah dan dokumen lain yang berkaitan dengan rumah. Biaya ini menjadi tanggungan pihak pembeli.

-Biaya provisi, asuransi

Biaya ini dikutip bank jika KPR disetujui. Besarannya tergantung masing-masing bank. Cuma rata-rata sekitar 1% dari nilai pinjaman. Di samping itu, siapkan juga dana asuransi jiwa dan asuransi kebakaran.

Rincian biaya yang perlu diperhatikan saat KPR.

Itu baru biaya-biaya yang mesti diketahui sejak awal ketika berniat membeli rumah. Begitu sudah siap dengan berbagai biaya yang muncul, berikutnya adalah mengetahui proses mengajukan KPR ke bank.

Apa saja yang mesti diketahui:

Pelajari persyaratan pengajuan KPR sehingga mudah melengkapi dokumen.Akan ada proses appraisal (penilaian) terhadap rumah yang hendak dibeli.Kalkulasi penawaran bank (suku bunga, biaya akad kredit, asuransi, dan lain sebagainya) Akad kredit

Katakanlah sudah mendapatkan rumah yang diincar dan sudah memberikan uang tanda jadi. Lalu apa langkah berikutnya?

Tahapan I : Lengkapi dokumen yang dipersyaratkan

Pastikan semua dokumen sudah disiapkan sebelum mengajukan ke bank.

Dokumen pribadi:

KTP dan kartu keluargaNPWPBuku nikahSlip gajiSurat keterangan bekerja (bagi pegawai)Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir.

Dokumen rumah yang hendak dibeli

Salinan sertifikat tanah Salinan izin mendirikan bangunan (IMB) Salinan surat tanda jadi dari developer/penjual rumah. 

Pastikan penuhi dokumen semua persyaratan KPR.

Setelah semua dokumen pengajuan KPR lengkap, barulah bawa ke bank. Bank akan memeriksa semua kelengkapan dokumen tersebut secara administratif.Tak ketinggalan juga bank akan memeriksa rekam jejak nasabah lewat BI Checking.

Tahapan II : Proses appraisal

Begitu lolos dari BI Checking dan dianggap layak mendapat pinjaman, maka bank akan melanjutkan proses pengajuan KPR. Biasanya kalau beli rumah lewat developer yang sudah bekerja sama dengan bank, biasanya tahapan appraisal ini tidak dipungut biaya. Pasalnya, bank sudah setuju dengan harga rumah tersebut dan tak perlu lagi menilai harga rumah yang jadi obyek jaminan kredit.

Beda kasus dengan beli rumah bekas atau rumah baru di mana developernya tak bekerjasama dengan bank. Pihak bank akan mengutus petugas untuk menilai atau melakukan appraisal rumah tersebut untuk menentukan harganya.[Baca: Intip Cara Bank Menghitung Harga Rumah Sebagai Nilai Jaminan

Sebagai catatan, proses appraisal ini tak gratis. Calon pembeli rumah harus membayar jasa petugas appraisal yang besarannya sesuai dengan kebijakan bank. Lain halnya jika mengajukan KPR ke bank syariah yang tidak memungut bayaran jasa appraisal.

Tahapan III : Kalkulasi penawaran bank

Ketika bank sudah menginformasikan appraisal dari rumah tersebut dan setuju mencairkan pinjaman KPR, jangan buru-buru bersorak dulu. Perhatikan beberapa hal sebelumnya mengingat KPR adalah perjanjian utang dengan jangka waktu yang panjang.

Bank akan mengirim petugas appraisal untuk menilai harga rumah.

Apa saja poin yang mesti didalami dari penawaran bank?

1. Perhatikan tawaran suku bunga

Cek besaran suku bunga yang ditawarkan. Di awal biasanya bank menawarkan bunga yang cukup kompetitif, misalnya di bawah 9%/tahun. Cuma umur suku bunga ini hanya untuk maksimal dua tahun saja. [Baca: Mau Ajukan Pinjaman ke Bank Musti Kenalan Dulu dengan Suku Bunga Dasar Kredit]

Terus sesuai perjanjian, sesudah itu bunga akan menyesuaikan “bunga pasar”. Patokan ‘bunga pasar’ itu mengacu pada BI Rate (suku bunga yang ditetapkan Bank Indonesia).

Begitu BI menetapkan BI Rate tinggi maka otomatis mengerek suku bunga KPR juga. Sayangnya, begitu BI menurunkan BI Rate, bank tak serta merta menurunkan suku bunga kredit. Inilah risikonya meminjam dana KPR ke bank karena terikat dengan peraturan bank.

2. Syarat dan ketentuan

Pelajari syarat dan ketentuan yang digariskan bank. Pasalnya, inilah ‘hukum’ yang berlaku bila jadi ambil KPR dari bank tersebut. Sebut saja peraturan tentang besaran pinalti jika melunasi sebagian atau seluruh utang sebelum masa kredit berakhir.

Maka itu, jika sejak awal berencana melunasi sebagian utang maka carilah bank yang menerapkan biaya penalti yang kecil. [Baca: Apa Yang Musti Dicermati dalam Pinjaman dengan Jaminan, KPR Salah Satunya]

Begitu pun juga tentang denda jika terlambat membayar angsuran. Berapa besaran denda yang diberlakukan bank. Perhatikan juga metode angsuran, apakah lewat potong saldo atau transfer.

3. Cek dengan detail rincian biaya KPR

Jangan abaikan tiap rincian biaya yang timbul begitu KPR disetujui. Misalnya saja biaya provisi, pajak pertambahan nilai (PPN), biaya balik nama sertifikat, dan lain sebagainya.

Tahapan III : Kredit disetujui bank

Saat akad kredit maka bank memberikan SP3K.

Begitu bank setuju untuk mencairkan KPR, maka akan mengeluarkan SPK (Surat Persetujuan Kredit). Di situ tertulis notaris yang ditunjuk bank untuk mengurus semua persyaratan. Soal tarif notaris, bank biasanya meminta pihak calon pembeli rumah menanyakan langsung ke notaris yang ditunjuk.

Tarif notaris ini meliputi jasa pengurusan dokumen Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), biaya balik nama, pajak, cek sertifikat, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan lain-lain.

Tahapan IV : Tanda tangan akad kredit

Penandatangan akad kredit adalah puncak dari proses pengajuan KPR. Proses ini dilakukan di hadapan notaris yang jauh-jauh hari sudah diagendakan. Biasanya seminggu sebelumnya dilakukan pemberitahuan rencana penandatanganan akad kredit.

Pihak yang hadir di akad kredit ini antara lain pihak pembeli (suami dan istri), wakil dari bank, pihak penjual, dan notaris. Semua pihak tidak bisa diwakilkan karena wajib menunjukkan identitas asli ke hadapan notaris.

Masing-masing pihak, baik pembeli maupun penjual rumah, akan menyerahkan dokumen yang diperlukan. Misalnya penjual menyerahkan dokumen terkait rumah (IMB, sertifikat tanah, dll).

Nantinya notaris akan memeriksa semua keabsahan dokumen itu. Misalnya mengecek sertifikat tanah, pajak. Bila semua oke, notaris akan memberikan Surat Tanda Terima Dokumen ke penjual sebagai bukti semua dokumen rumah itu telah berpindah tangan.

Jika semua lancar dan dokumen akad kredit ditandatangani, maka bank akan mentransfer dana ke pihak penjual (developer/pemilik rumah lama). Notaris juga memproses balik nama sertifikat tanah, AJB, ke pemilik rumah baru.

Surat-surat yang diurus notaris itu nantinya diserahkan ke bank bersama surat izin mendirikan bangunan (IMB) sebagai jaminan atas kredit tersebut. Notaris akan memberikan salinan sertifikat itu kepada pihak pembeli dalam jangka waktu tertentu. Bisa tiga bulan atau enam bulan setelah akad kredit.[Baca: Aset-aset yang Bisa Jadi Jaminan untuk Pinjaman ke Bank]

Tanda tangan akad kredit depan notaris jadi puncak dari semua proses KPR.

 

 

 

 



09 Maret 2018

Informasi
Produk dan Pemesanan

  • Lamda. K
  • 6281288465930
  • lamdproperty @ gmail.com
  • lamdproperty

  • "Mau Tau Cara Dapat Diskon Specia?
    Boleh Whatsapp Dulu"

Download Price List Pakuan Regency

*pastikan nomor hp anda benar, link download pricelist akan dikirim via SMS

"Mau Tau Cara Dapat Diskon Specia?
Boleh Whatsapp Dulu"

X